Jumat, 28 Januari 2011

Emas Ibarat Cermin


 A.ROFIQ.PKL

Sekitar sembilan abad yang lalu Imam Al Ghazali (1058-1111) dengan kejernihan pemikirannya
mengungkapkan bahwa sejatinya emas sebagai timbangan yang adil, dirinya sendiri ibarat
cermin yang dengannya barang-barang dapat ditentukan nilainya dengan akurat.
Sekarang saya akan gunakan cermin Imam Ghazali ini untuk melihat krisis yang sekarang
sedang menghebohkan dunia. Kita lihat krisis tersebut dari kacamata harga emas yang
mencerminkan daya beli uang negara-negara di dunia. Saya ambil case negara kita
dibandingkan negara yang menjadi epicentrum krisis sekarang ini yaitu Yunani secara khusus
dan European Union secara umum.
Perhatikan grafik diatas, dalam mata uang Greek Drachmas (GRD) yaitu mata uang Yunani –
harga emas setahun terakhir mengalami kenaikan 41%. Dalam Euro kenaikan ini bahkan
mencapai 44%, sedangkan dalam Rupiah hanya mengalami kenaikan 16 %.
1 / 4
Emas Ibarat Cermin...
Oleh Muhaimin Iqbal
Jum'at, 14 May 2010 07:54 - Update Terakhir Kamis, 27 May 2010 23:16
Dari kacamata kenaikan harga emas ini kita bisa tahu bahwa krisis yang melanda Yunani
setahun terakhir memang sangat parah, sehingga daya beli uangnya terhadap emas anjlog se
kitar 30 % (100%/141%). Karena emas ini cerminan harga barang-barang di sekitarnya – maka
daya beli uang mereka terhadap barang-barang juga turun kurang lebih pada persentase yang
sama. Bisa dibayangkan penderitaan rakyat negeri itu sebagai dampak dari penurunan daya
beli uangnya ini.
Namun ternyata Yunani tidak sendirian mengalami krisis ini, secara bersama-sama
negara-negara yang tergabung dalam European Union – juga lagi tenggelam bersama. Ini bisa
dilihat dari kenaikan harga emas dalam Euro bahkan lebih tinggi ketimbang dalam Drachmas –
yaitu mencapai 44%, atau daya beli Euro mengalami penurunan sekitar
31%.
Kita yang di Indonesia, juga tentu tidak terlepas dari wabah PIIGS ini; tetapi dalam Rupiah
rata-rata harga emas setahun terakhir hanya naik sekitar 16% saja. Maka bersyukur memang
sudah sepatutnya bahwa ekonomi kita lagi perkasa, namun untuk berbangga dengan kinerja
kita – ini yang tidak boleh.
Selain berbangga menimbulkan kesombongan yang dilarang agama, kenyataannya memang
belum ada yang bisa kita banggakan. Mengapa demikian ?, coba kita bercermin kembali
dengan cerminnya Imam Ghazali tersebut diatas – sekarang kita lihat harga emas sepuluh
tahun terakhir.
2 / 4
Emas Ibarat Cermin...
Oleh Muhaimin Iqbal
Jum'at, 14 May 2010 07:54 - Update Terakhir Kamis, 27 May 2010 23:16
Dalam sepuluh tahun terakhir, di Yunani yang menjadi epicentrum krisis saja - harga emasnya
hanya naik sebesar 253% (dalam Drachmas) ; dalam Euro kenaikan ini hanya 249 % ; dalam
Rupiah kenaikan ini mencapai 445%. Bila pada Januari 2000 kita bisa membeli emas 1 gram
seharga Rp
66,000,- ; kini harga emas tersebut menjadi Rp 360,000 per gram.
Maka bercermin dengan cermin yang utuh kita perlu – agar kita tahu seperti apa kinerja kita
sesungguhnya; dengan cermin itu pula kita bisa memperbaiki diri – agar dari waktu-kewaktu
semakin indah wajah kita.
Jangan pula sampai terjadi ‘Buruk Muka Cermin Dibelah’ seperti yang diungkapkan oleh Ferdi
nand Lips dalam Gold War
; bahwa bank-bank central dari negara-negara di dunia memerangi emas karena ingin
membelah cermin ini; mereka tidak mau wajahnya terlihat buruk di depan cermin yang adil. Wa
Allahu A’lam.
3 / 4